Ketika aku kembali di rumha, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan lewat beberapa menit. Kubuka pintu muka dengan kunciku, dan segaja mengulur waktu beberapa menit di ruang masuk dengan cara menggantung topi dan jasku yang kubawa sebagai tindakan pencegahan menghadapi dinginya hawa udara padi pada musim gugur. Terus terang saja, aku sangat terkejut dan khawatir. Aku tidak mau berpura-pura mengetahui apa yang akan terjadi dalam minggu-minggu mendatang.
Aku sungguh-sungguh tidak tahu. Tetapi perasaanku mengatakan bahwa masa mendatang akan penuh pergolakan.
Dari kamar makan pada sebelah kiriku, terdengar bunyi cangkir teh yang beradu dan batuk kering kakaku Caroline.
“kaukah itu James?” ia bertanya.
Password : findaway
0 komentar:
Posting Komentar